jump to navigation

MENGINGAT SAKIT November 15, 2011

Posted by bugurusiti in Hikmah, Keluarga.
Tags:
trackback

Dalam tahun 2011 keluargaku dicoba oleh Allah dengan dengan 3 anggota keluarga sakit selama beberapa hari di rumah sakit. Pada akhir Februari tiba-tiba pulang dari mengajar dadaku sangat sakit….dan masuk PKU VIP Sakinah, alhamdulillah setelah dirawat beberapa hari aku sembuh. Terus pada waktu kontrol bulan Maret barengan dengan Bapak masuk rumah sakit. Bapak diberi sakit selama 6 hari , tidak bisa sembuh dan meninggalkan kami semua. Peristiwa ini sangat memukul hatiku yang sampai sekarangpun rasa itu masih ada karena Bapak pergi begitu cepat dan tiba-tiba. Sedih rasanya kalau ingat Bapak menahan sakit…

Sebelumnya aku belum pernah opname di rumah sakit, aku waktu itu juga sakit tiba-tiba, apakah pertanda waktu itu Bapak akan meninggalkanku. Aku sangat kangen Bapak karena habis sakit aku jarang ketemu Bapak karena masih lemas….dan tiba-tiba Bapak sakit dan meninggalkan kami. Rasa menyesal sangat terasa karena aku belum bisa membalas semua kebaikan beliau. Dan satu lagi aku sangat sedih karena Bapak belum bisa menunaikan haji, padahal antrian tinggal 1 tahun lagi. Kami begitu sangat kehilangan atas meninggalnya Bapak.

Setelah beberapa bulan Bapak meninggal anakku yang pertama juga masuk PKU VIP Zam-Zam 2. Sakit magh kata dokter. Alhamdulillah anakku bisa sembuh.

Tak ada yang perlu disesali adalah kata yang mudah diucapkan, tapi sulit rasanya melupakan Bapak. Dibalik semua ini aku berharap semua ada hikmahnya. Semoga Bapak selalu bahagia di sana, diterima semua amal baiknya, diampuni segala dosanya dan ditempatkan ke dalam surgaMu ya Allah. Kami yang ditinggalkan semoga selalu diberi ketabahan.

Aku tulis ini semoga bermanfaat bahwa kita harus berbakti kepada orang tua kita sewaktu masih hidup karena sakit itu tiba-tiba tidak permisi terlebih dahulu dan bagaimana kita dalam menghadapi sakit.

Hikmah yang dapat diambil dari sakit adalah sebagai berikut:

1. Sebagai pengingat dan penguji kualitas kesabaran seseorang.

2. Tangga untuk mencapai kualitas/derajat yang lebih tinggi di sisi Allah.

3. Penyambung silaturahmi.

4. Menunjukkan kemutlakan kekuasaan Allah terhadap manusia bahwa manusia adalah hamba yang harus senantiasa tunduk dan patuh serta merendahkan diri di hadapan Allah.

5. Melihat mana yang mukmin sejati dan mana yang munafik.

6. Menghapus dosa dan mengangkat derajat seorang hamba.

7. Mengungkapkan hakikat manusia itu sendiri sehingga tampak jelas kesabaran dan ketaatannya.

8. Membentuk dan menempa kepribadiannya sehingga benar-benar menjadi pribadi yang tahan banting dan tahan uji, guna melahirkan umat berbudi luhur.

9. Melatih dan membiasakan diri yang diuji agar bertambah sabar, kuat cita-cita, dan tetap pendirian. 10. Melahirkan sifat dan sikap saling menolong dan mengasihi di antara sesama manusia.

Ini foto sewaktu aku sakit,

Makan tidak terasa enak….

Ditunggu ibuk dan Risnan..

 

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: