jump to navigation

Contoh SSP Perencanaan Pembelajaran, SSP Bahasa Indonesia Kelas 6. November 23, 2011

Posted by bugurusiti in Pendidikan, UPY.
Tags: ,
trackback

SILABUS

 

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester : VI (Enam) / 2 (Dua)
Standar Kompetensi : Mendengarkan

5. Memahami wacana lisan tentang berita dan drama pendek

Kompetensi Dasar

 

: 5.1 Menyimpulkan isi berita yang di dengar dari televisi atau radio

 

MATERI POKOK PEMBELAJARAN

INDIKATOR

KEGIATAN PEMBELAJARAN MATERI POKOK/ PEMBELAJARAN

ALOKASI

WAKTU

PENILAIAN

METODE PEMBELAJARAN

SUMBER BELAJAR

Kognitif

Afektif

Psikomotor

TEKNIK

BENTUK

Simpulan berita radio

Proses:     

Menemukan cara-cara

menyimpulkan isi

berita yang didengar

dari radio

  • Menemukan isi berita dari radio

Produk:

Menuliskan cara-cara

menyimpulkan isi

berita yang didengar

dari radio

  • Menuliskan isi berita dari radio

Karakter

  • Kerjasama
  • Prakarsa

Sosial

  • Bertanya dengan bahasa yang baik dan benar
  • Menyumbang ide
  • Menjadi pendengar yang baik
  • Membantu teman yang mengalami kesulitan.

Menyampaikan cara-cara

menyimpulkan isi

berita yang didengar

dari radio

  • Menanggapi isi berita dari radio
  • Menyampaikan isi berita dari radio

• Mencermati berita di

radio.

• Menuliskan cara menyimpulkan

isi berita di

radio.

• Mendengarkan berita

di radio.

• Menyimpulkan isi berita

dari radio

2 × 35′

2 × 35′

Tes tulis

Tes unjuk kerja

 

Uraian

Lembar Penilaian

Model:

  • CTL
  • Kooperatif

 

Metode:

  • Ceramah
  • Tanya Jawab
  • Diskusi kelompok
  • Faktual
  • Meringkas

 

1. Buku Bahasa

Indonesia 6 SD/MI,

Y. Budi Artati dkk.,

2006

2. Berita radio

 

Mengetahui,

Kepala Sekolah

 

 

 

 

Dhiniaty Gularso, S. Si,

  Sedayu, 17 Januari 2011

Guru Kelas

 

 

 

 

Siti Nurrohmah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SILABUS

 

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester : VI (Enam) / 2 (Dua)
Standar Kompetensi : Mendengarkan

5. Memahami wacana lisan tentang berita dan drama pendek

Kompetensi Dasar

 

: 5.2  Menceritakan isi drama pendek yang disampaikan secara lisan

 

MATERI POKOK PEMBELAJARAN

INDIKATOR

KEGIATAN PEMBELAJARAN

ALOKASI

WAKTU

PENILAIAN

METODE PEMBELAJARAN

SUMBER BELAJAR

Kognitif

Afektif

Psikomotor

TEKNIK

BENTUK

Isi drama pendek

Proses:

Menemukan cara menceritakan

isi drama pendek

yang disampaikan

secara lisan.

 Menemukan isi drama pendek

yang disampaikan

secara lisan.

Produk:

Menuliskan cara menceritakan

isi drama pendek

yang disampaikan

secara lisan.

Menuliskanisi drama pendek

yang disampaikan

secara lisan.

Karakter

  • Kerjasama
  • Prakarsa

Sosial

  • Bertanya dengan bahasa yang baik dan benar.
  • Menyumbang ide dengan baik
  • Menjadi pendengar yang baik
  • Membantu teman yang mengalami kesulitan.

Menyampaikan cara menceritakan

isi drama pendek

yang disampaikan

  • secara lisan.

Membacakan isi drama pendek

yang disampaikan

  • secara lisan.

Memerankan isi drama pendek

yang disampaikan

• Membaca dan mencermati

teks drama.

• Menuliskan cara menceritakan

isi drama

pendek.

• Membaca teks drama

pendek.

• Menceritakan isi drama

pendek.

2 × 35

menit

2 × 35

menit

Tes tertulis

Uraian

Lembar Penilaian

 

Model:

  • CTL
  • Kooperatif

 

Metode:

  • Ceramah
  • Tanya Jawab
  • Diskusi kelompok
  • Memerankan drama
  • Faktual
  • Meringkas

 

Buku Bahasa

Indonesia 6 SD/

MI, Y. Budi Artati

dkk., 2006

• Teks drama

 

 

Mengetahui,

Kepala Sekolah

 

 

 

 

Dhiniaty Gularso, S. Si,

  Sedayu, 17 Januari 2011

Guru Kelas

 

 

 

 

Siti Nurrohmah

 

SILABUS

 

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester : VI (Enam) / 2 (Dua)
Standar Kompetensi : Berbicara

6. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dengan berpidato, melaporkan isi buku, dan baca puisi

 

Kompetensi Dasar

 

: 6.1  Berpidato atau presentasi untuk berbagai keperluan (acara perpisahan, perayaan ulang tahun, dll.) dengan lafal, intonasi dan sikap yang tepat

 

MATERI POKOK PEMBELAJARAN

INDIKATOR

KEGIATAN PEMBELAJARAN

ALOKASI

WAKTU

PENILAIAN

METODE PEMBELAJARAN

SUMBER BELAJAR

Kognitif

Afektif

Psikomotor

TEKNIK

BENTUK

Pidato/

sambutan

Proses:

  • Menemukan momen atau peristiwa yang melatar belakangi pidato

  • Menemukan kerangka pidato

 

Produk:

  • Menuliskan kerangka pidato ke dalam beberapa kalimat
  • Menuliskan naskah pidato

Karakter:

  • Kerjasama
  • Prakarsa

Sosial:

  • Bertanya dengan bahasa yang baik dan benar
  • Menyumbang ide
  • Menjadi pendengar yang baik
  • Membantu teman yang mengalami kesulitan.
  • Menceritakan momen atau peristiwa yang melatar belakangi pidato

  • Menanggapi kerangka pidato ke dalam beberapa kalimat

Membacakan pidato dengan lafal dan intonasi yang tepat

  • Siswa membaca contoh teks pidato
  • Siswa menyebutkan momen atau penstiwa yang melatar belakangi pidato
  • Siswa membuat kerangka pidato
  • Siswa mengembangka kerangka pidato ke dalam beberapa kalimat
  • Siswa menyusun naskah pidato

Siswa membacakan pidato dengan lafal, intonasi, dinamika suara dan ekspresi yang tepat

8 jp x 35

  • menit
    • non tes
    • Perbuatan

  • Produk
  • Kinerja
Metode: Pembelajaran

  • CTL
  • Kooperatif

Metode:

  • Ceramah
  • Tanya Jawab
  • Diskusi kelompok
  • Faktual
  • Meringkas

 

  • Teks cerita
  • Contoh teks pidato
  • Buku paket

Buku penunjang

 

 

 

 

Mengetahui,

Kepala Sekolah

 

 

 

 

Dhiniaty Gularso, S. Si,

  Sedayu, 17 Januari 2011

Guru Kelas

 

 

 

 

Siti Nurrohmah

 

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

Satuan Pendidikan      : SD/MI

Mata Pelajaran           : Bahasa Indonesia

Kelas/Semester           : VI/2

 

  1. A.    Standar Kompetensi:

Mendengarkan  

5. Memahami wacana lisan tentang berita dan drama pendek

 

  1. B.    Kompetensi Dasar:

5.2  Menceritakan isi drama pendek yang disampaikan secara lisan

  1. C.    Indikator:
  2. a.   Kognitif:

Proses:

1. Menemukan cara menceritakan isi drama pendek yang disampaikan secara lisan.

2. Menjawab pertanyaan  dari drama pendek yang disampaikan secara lisan.

Produk:

1. Menuliskan cara menceritakan isi drama pendek yang disampaikan secara lisan.

2. Menuliskan isi drama pendek yang disampaikan secara lisan.

 

  1. b.   Afektif:

Karakter:

  1. Kerjasama
  2. Prakarsa

Sosial:

  1. Bertanya dengan bahasa yang baik dan benar,
  2. Memberikan ide yang baik kepada teman.
  3. Menjadi pendengar yang baik.
  4. Membantu teman yang mengalami kesulitan.

 

  1. c.   Psikomotor:
    1. Menyampaikan cara menceritakan isi drama pendek yang disampaikan secara lisan.
    2. Membaca isi drama pendek yang disampaikan secara lisan.
    3. Memerankan isi drama pendek yang disampaikan.

 

  1. D.    Tujuan Pembelajaran
  2. a.   Kognitif:

Proses:

  1. Setelah diberikan drama pendek yang disampaikan secara lisan, siswa dapat menemukan cara menceritakan isi drama pendek yang disampaikan secara lisan.
  2.  Setelah diberikan drama pendek yang disampaikan secara lisan, siswa dapat menjawab pertanyaan  dari drama pendek yang disampaikan secara lisan.

Produk:

  1. Setelah diberikan drama pendek yang disampaikan secara lisan, siswa dapat menuliskan cara menceritakan isi drama pendek yang disampaikan secara lisan.
  2. Setelah diberikan drama pendek yang disampaikan secara lisan, siswa dapat menuliskan isi drama pendek yang disampaikan secara lisan.

 

  1. b.   Afektif:

Karakter:

  1. Selama proses pembelajaran, siswa memiliki kebiasaan bekerjasama dengan teman dalam menyelesaikan tugas-tugas dengan tanggung jawab.
  2. Dengan terlibat aktif, siswa dapat melakukan komunikasi dengan benar dan santun yang meliputi diskusi, berpendapat, dan bertanya
  3. Selama proses pembelajaran, siswa memiliki inisiatif  dalam menyelesaikan tugas-tugas dengan tepat.

 Sosial:

  1. Selama proses pembelajaran, siswa dapat bertanya dengan bahasa yang benar dan jelas.
  2. Selama proses pembelajaran, siswa dapat menyumbang ide dengan tepat.
  3. Selama proses pembelajaran, siswa dapat menjadi pendengar yang baik.
  4. Selama proses pembelajaran, siswa dapat membantu teman yang mengalami kesulitan dengan sabar.

 

  1. c.   Psikomotor:
    1. Setelah diberikan drama pendek yang disampaikan secara lisan., siswa dapat membaca drama pendek yang disampaikan  dengan lafal dan intonasi yang tepat.
    2. Setelah mengetahui cara menceritakan isi drama pendek yang disampaikan secara lisan, siswa dapat menceritakan isi drama pendek

di depan kelas secara lisan dengan penuh keberanian dan percaya diri.

  1. Setelah berlatih, siswa dapat memerankan drama pendek anak-anak dengan lafal, intonasi, penghayatan, dan ekspresi yang sesuai karakter tokoh dengan penuh keberanaian dan percaya diri.

 

  1. E.    Materi Pembelajaran

Isi drama pendek

 

  1. F.     Alokasi Waktu

6 JP (6 x 35 menit atau tiga kali pertemuan)

 

  1. G.   Model dan Metode Pembelajaran
  2. a.  Model Pembelajaran
    1. CTL
    2. Kooperatif

b.  Metode

  1. Ceramah
  2. Tanya Jawab
  3. Diskusi kelompok
  4. Bermain peran
  5. Faktual
  6. Meringkas

 

  1. H.    Kegiatan Pembelajaran

I.        Langkah-Langkah Pembelajaran

Pertemuan  I (2 X 35 menit)

  1. Kegiatan awal (+ 10 menit)
  • Pengkondisian siswa pada sumber belajar yang kondusif.
  • Tanya jawab tentang sumber informasi dan macam-macam drama pendek.
  • Apersepsi siswa. Guru bertanya, “Siapa yang pernah mendengar sebuah drama pendek yang dibacakan oleh seseorang dari majalah atau buku kalian ?”
  • Informasi tentang tujuan pelajaran yang akan dicapai.
  1. Kegiatan inti (+ 50 menit)
  • Guru menyiapkan contoh drama pendek yang telah ditentukan.
  • Guru menampilkan drama pendek yang berjudul RENCANA YANG GAGAL dengan menggunakan LCD Proyektor.
  • Siswa mendengarkan dan menyimak drama yang dibacakan  oleh beberapa siswa yang ditunjuk oleh guru.
  • Beberapa siswa yang ditunjuk guru menyampaikan cara menceritakan isi drama pendek secara lisan dengan bahasanya sendiri.
  • Masing-masing siswa menceritakan isi drama pendek secara lisan dengan bahasanya sendiri dalam drama pendek yang berjudul RENCANA YANG GAGAL.
  • Siswa menjawab pertanyaan dari isi cerita drama pendek yang dibacakan secara lisan.
  1. Kegiatan akhir (+ 10 menit)
  • Mencocokan soal dengan pembahasan hasil kerja siswa.
  • Penetapan menceritakan isi drama pendek
  • Kesimpulan  isi drama pendek
  • Guru menutup pelajaran

 

Pertemuan II (2 X 35 menit)

  1. Kegiatan awal (+ 10 menit)
  • Ø Pelajaran dibuka dengan doa bersama.
  • Ø Pengkondisian siswa pada sumber belajar yang kondusif.
  1. Kegiatan Inti (+ 50 menit)
  • Ø Guru menyiapkan contoh drama pendek yang telah ditentukan.
    • Ø Guru menampilkan beberapa drama pendek dengan membacakan secara lisan.
    • Ø Membaca drama pendek oleh beberapa siswa.
    • Ø Siswa di bagi menjadi beberapa kelompok. Dimana putra dan putri dicampur yang bertujuan agar tidak adanya kesenjangan antara siswa putra dan putri
    • Ø Setiap kelompok mendapat tugas bermain peran sesuai dengan drama pendek yang di pilihnya.
    • Ø Setiap kelompok maju ke depan kelas untuk menceritakan isi drama pendek yang di pilihnya sementara  siswa yang lain memperhatikan isi drama pendek yang disampaikan.
    • Ø Setiap kelompok diminta memberikan komentar atau pendapat tentang isi drama yang di ceritakan kelompok lain.
    • Ø Guru memberi penilaian perorangan dan kelompok.

 

  1. Kegiatan akhir (+ 10 menit)
  • Kesimpulan  cara menceritakan isi drama pendek dan menceritakan isi drama pendek.
  • Guru memberikan PR,  (setiap siswa membaca salah drama pendek.)
  • Guru menutup pelajaran

 

Pertemuan  III  (2 X 35 menit)

  1. Kegiatan awal (+ 10 menit)
  • Ø Pengkondisian siswa pada sumber belajar yang kondusif.
  • Ø Apersepsi siswa. Guru bertanya, “Siapa yang sudah mendengarkan drama pendek di rumah?”
  • Ø Tanya jawab tentang aneka  ragam drama pendek dan cerita dari isi drama pendek tersebut.
  1. Kegiatan Inti (+ 50 menit)
  • Ø Beberapa siswa menyampaikan isi drama pendek yang telah dibaca di rumah secara lisan dengan bahasanya sendiri.
  • Ø Siswa memperhatikan cerita dari isi drama yang di bacakan siswa lain.
  • Ø Beberapa siswa memberikan komentar siswa yang maju ke depan.
  • Ø Mengerjakan soal evaluasi yang sudah disiapkan guru.
  • Ø Pembahasan soal evaluasi bersama siswa.
  1. Kegiatan akhir (+ 10 menit)
  • Penetapan menceritakan isi drama pendek
  • Siswa bersama guru menyimpulankan materi pelajaran.
  • Guru menutup pelajaran
  1. I.      Penilaian
  • Prosedur: Proses dan produk. Penilaian terhadap siswa dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dan pada akhir pembelajaran. Penilaian dalam proses dilakukan melalui observasi, terutama ketika bekerja dalam kelompok, sedangkan penilaian produk (akhir pembelajaran) dilakukan melalui unjuk kerja.
  • Teknik : tes dan unjuk kerja
    • Bentuk :

-  Tes Lisan. Penilaian dilakukan guru ketikan siswa melakukan tes   lisan seperti menceritakan isi drama pendek yang di baca atau  pertanyaan lisan.

- Tes uraian

-Format penilaian unjuk kerja

  • Soal/Instrument          : terlampir

 

J. Tindak lanjut dan pemberian penghargaan.

Tahap ini ditempuh untuk memberikan penghargaan kepada siswa yang telah mencapai hasil sesuai KKM dan menyelenggarakan perbaikan(remedial program) bagi siswa yang belum mencapai KKM. Dalam kegiatan pembelajaran kelompok, tahap inipun dimaksudkan untuk memberikan apresiasi terhadap kelompok yang terbaik, hebat, dan super. Penetapan ini diumumkan pada pertemuan sebelum melaksanakan rencana pembelajaran selanjutnya.

 

  1. J.     Media dan Sumber
  2. Media              : Teks Drama Pendek “RENCANA YANG GAGAL”

Contoh drama pendek yang lain.

  1. Sumber           :
    1. Y. Budi Artati. (2006). Bahasa Indonesia 6 SD/MI. Jakarta: Erlangga
    2. Irvan Mulyadi. (2009). Naskah Drama Anak-Anak. (Online) (http://naskahdramairvanmulyadie.blogspot.com/2009/01/naskah-drama-anak-anak.html, diakses tanggal 4 Januari 2011).
    3. Goesprih. (2008). Drama Pendek Kota Impian. (Online) (http://goesprih.blogspot.com/2008/09/drama-pendek-kota-impian.html, diakses tanggal 4 Januari 2011).
    4. Buku Bahasa Indonesia BSE
    5. LKS 01
    6. LKS 02

 

 

Mengetahui,

Kepala Sekolah

 

 

 

 

Dhiniaty Gularso, S. Si,

  Sedayu, 17 Januari 2011

Guru Kelas

 

 

 

 

Siti Nurrohmah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAHAN AJAR

 

 

 

 

 

 

 

 

Pernahkah kamu mendengarkan sebuah drama pendek yang dibacakan? Dari kegiatan mendengarkan drama pendek, kamu akan mendapatkan banyak manfaat. Kamu akan merasa terhibur dan mendapatkan banyak pelajaran.

Drama sering disebut dengan sandiwara. Kata sandiwara berasal dari sandi dan wara. Sandi artinya kode, tanda dan rahasia. Warah artinya ajaran. Jadi sandiwara adalah ajaran yang disampaikan kepada pembaca atau pendengar secara terselubung.

Drama adalah karangan yang disusun dalam bentuk percakapan dengan maksud untuk dimainkan atau dipentaskan. Drama adalah suatu aksi atau perbuatan (bahasa yunani). Sedangkan dramatik adalah jenis karangan yang dipertunjukkan dalan suatu tingkah laku, mimik dan perbuatan. Orang yang memainkan drama disebut aktor atau lakon.

Kata-kata yang berhubungan dengan drama adalah:

  1. Sutradara yaitu orang yang mengatur jalannya drama.
  2. Babak yaitu bagian dari episode.
  3. Sekenario yaitu naskah drama (yang harus dihafalkan para pemain drama).
  4. Kostum yaitu pakaian yang dikenakan para pemain.
  5. Produser yaitu orang yang membiayai
  6. Panggung yaitu tempat pertunjukan drama.
  7. Aktor yaitu pemain laki-laki
  8. Aktris yaitu pemain perempuan
  9. Antagonis yaitu pemain jahat/menentang alur cerita.
  10. Protagonis yaitu pemain baik/sejalan dengan alur cerita.

Ketika mendengarkan drama, siapkan catatan untuk mengidentifikasi unsur-unsur drama. Unsur drama yang perlu diketahui adalah sebagai berikut:

  1. Tema: ide pokok, gagasan yang melatarbelakangi adanya cerita
  2. Latar (setting):tempat, waktu dan suasana yang melatarbelakangi terjadinya cerita
  3. Alur (plot): urutan kejadian yang membentuk terjalinnya cerita
  4. Penokohan (perwatakan): sifat atau watak dari pelaku drama
  5. Amanat: pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca
  6. Tokoh: orang yang berperan dalam cerita.

 

Agar kamu dapat menceritakan isi drama yang dibacakan secara lisan , simaklah pembacaan drama pendek tersebut dengan saksama. Siapkan pula catatan untuk menulis unsur-unsur drama pendek tersebut. Dengan memahami unsur-unsur tersebut, kamu akan dapat menceritakan isi drama pendek tersebut. Cobalah tulis isi drama yang dibacakan. Kamu tetap memperhatika alur cerita sesuai naskah drama aslinya. Ceritakanlah  isi drama yang didengar berdasarkan tulisanmu.

Di bawah ini ada beberapa contoh drama pendek. Cobalah baca beberapa drama pendek di bawah ini:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RENCANA YANG GAGAL

                 

 

 

Adegan I

Pagi itu Doni dan Randi berangkat ke sekolah bersama-sama. Sesampainya di depan rumah Bu Tinah, mereka berhenti. Mereka memperhatikan pohon mangga yang berbuah ranum milik Bu Tinah.

Randi : “Mangga itu pasti manis sekali”.
Doni : “Ya, pasti segar sekali”.
Randi : “Bagaimana kalau kita ambil beberapa?”
Doni : “Tidak! Lihatlah di sini terlalu banyak orang. Bagaimana kalau nanti malam saja?”
Randi : “Benar juga idemu. Okelah Bos kalau begitu ha… ha…ha….”

 

Adegan II

Pada waktu istirahat, Randi dan Doni terlihat mengobrol di bangku taman sekolah.

Randi : “Bagaimana nanti malam Bos?’
Doni : (nampak bingung) “Nanti malam apanya?”
Randi : “Ayolah, tidak usah berpura-pura begitu.”
Doni : “Benar, aku benar-benar tidak ingat.”
Randi : “Itu lho yang tadi pagi.”
Doni : (Kaget)

“Ya ampun, aku lupa. Apakah kamu serius ingin mencuri mangga Bu Tinah?”

Randi : “Ya  iyalah bagaimana sih! Kenapa, kamu takut?”
Doni : “Ku kira tadi pagi itu kamu Cuma bercanda. Bagaimana ya?”
Randi : “Dasar kamu penakut! Masa begitu saja tidak berani!”
Doni : “Okelah kalau begitu aku ikut”
Randi : “Itu baru temenku. Ha…ha…ha…

Aku punya rencana, kita menemuinya sepulang habis mengaji saja. Kita tunggu sampai temen-temen sudah melewati rumah Bu Tinah, barulah setelah itu kita beraksi, bagaimana?”

Doni : “Terserah kamu saja, Ran. Aku ikut saja.”
Randi : “Beres kalau begitu.” Tiba-tiba datang Bu Tinah menghampiri mereka.
Doni : (kaget dan takut).”Tidak Bu, saya tidak mencuri.”
Randi : (melotot ke arah Doni) “Hus! Diam!”
Bu Tinah : (tersenyum) “Ada apa Doni? Kamu kelihatannya takut sekali melihat saya.”
Doni : “Tidak Bu, maafkan saya.”
Bu Tinah : “Doni, Randi, Ibu sudah tahu semuanya.”
Randi : (tampak kaget) “Ibu sudah tahu? Dari mana?”
Bu Tinah : “Ibu tadi mendengar semua pembicaraan kalian.”
Doni : (ketakutan) “Maafkan kami, Bu.”
Bu Tinah : “Iya, tapi lain kali kalian tidak boleh seperti itu lagi. Kalau kalian mengiginkan sesuatu, mintalah secara baik-baik.”
Randi dan Doni : (serentak menjawab) “Baik Bu, maafkan kami.”
Bu Tinah : “Oh ya, nanti sepulang sekolah kalian mampirlah ke rumah Ibu. Ibu akan memberi kalian mangga.”
Randi : (tersenyum dan malu-malu). “Baik Bu, terima kasih.”
Doni : Iya Bu, terima kasih.”

Tikus-Tikus Nakal

Suasana di depan sekolah pada suatu siang sepulang sekolah. Terlihat seorang anak sekolah bernama Deri membeli beberapa kantung kacang dari sebuah warung. Ia segera pulang ke rumahnya.

 

Suasana rumah Deri.

Deri membuka sepatu dan kaus kakinya. Ia meletakkannya begitu saja di belakang pintu rumahnya. Ia lalu segera pergi ke kamarnya. Ibunya melihat tindakan Deri.

Ibu                   : (marah) “Deri, sepatumu jangan diletakkan sembarangan. Kan, sudah ibu sediakan rak khusus untuk menyimpan sepatu.”

Deri     : (menyeka keringat di keningnya) “Deri kan capek, Bu. Hari ini rasa nya gerah banget. Lagian, kan ada Bi Surti.”

Ibu      : “Bi Surti pulang kampung selama tiga hari. Lagian, kenapa kamu menanyakan Bi Surti?”

Deri     : “Biasanya kan Bi Surti yang suka membereskan sepatuku.”

Ibu       : (kesal) “Untuk hal seperti ini, Ibu rasa kamu bisa me ngerjakannya sendiri.”

Deri     : (segera mengambil sepatu dan kaus kakinya yang ber serakan) “Aahh… Ibu.”

Deri segera masuk ke kamarnya. Suasana berganti menjadi kamar Deri. Di kamar, terdapat sebuah tempat tidur kecil, kipas angin, meja belajar, dan sebuah tempat sampah. Deri merebahkan diri di atas tempat tidurnya. Ia melemparkan tasnya ke samping bawah meja belajarnya. Ia belum mengganti baju seragamnya. Lalu, ia menyalakan kipas angin.

Deri     : (sambil membaca buku yang diambilnya dari meja belajar) “Ahh… begini kan lebih enak….”

Deri membuka bungkus kacang yang ia beli tadi. Ia membuka satu per satu dan melemparkan begitu saja kulit-kulit kacang ke bawah tempat tidurnya.

Suasana malam. Deri tidak bisa tidur. Ia mendengar suara-suara aneh.

Ciiitttt… cit… cittt…. Deri ketakutan. Dari kolong tempat tidurnya, keluar seekor tikus.

Deri kaget. Ia paling takut pada tikus. Tidak berapa lama kemudian, beberapa ekor tikus keluar dari kolong tempat tidurnya. Deri mengambil sapu ijuk.

Deri     : (mencoba mengusir tikus-tikus) “Ukhhh… mengganggu saja!” (memukul seekor tikus)

Beberapa tikus malah menghampiri Deri.

Deri     : (ketakutan dan menjerit-jerit) “Ibu, Ibu tolongin Deri!”

Ibu       : (membuka pintu kamar Deri) “Ada apa kok kamu teriak-teriak?”

Deri     : (wajahnya pucat) “Ibu, banyak si Jerry!”

Ibu       : “Jerry, siapa itu Jerry?”

Deri     : (menunjuk ke bawah tempat tidurnya) “Maksud Deri banyak tikus kecil.”

Ibu :     (kebingungan) “Di mana?”

Deri     : “Itu di bawah tempat tidur Deri! Deri takut. Deri tidak mau tidur di kamar Deri.”

Ibu       : “Ya sudah, malam ini kamu tidur bersama kakakmu saja.”

Suasana pagi hari. Ibu masuk ke kamar

Deri. Ia kaget melihat sampah-sampah berserakan di bawah tempat tidur Deri.

Ibu       : (berteriak, mukanya cemberut)

“Derii…sini!”

Deri     : (memakai seragam sekolah) “Ya ada apa, Bu?”

Ibu      : “Lihat!” (menunjuk ke sampah yang berserakan) “Kamu jorok sekali. Pantas banyak tikus di kamarmu.”

Deri     : (malu dan tertunduk) “Habis bagaimana dong?”

Ibu       : “Lho kok, malah tanya. Mulai sekarang kamu harus menjaga kebersihan kamarmu. Kamu jangan membuang sampah sembarangan lagi. Kan, sudah ibu sediakan tempat sampah di kamarmu (menunjuk ke tempat sampah). Apa perlu Ibu membuatkan plang peringatan di sini?”

Deri     : “Ibu bisa saja. Deri janji tidak akan membuang sampah sembarangan lagi. Deri kapok sama si Jerry-Jerry nakal.”

Ibu       : (tersenyum) “Ya sudah, sekarang kamu pergi sekolah. Pulang sekolah nanti, kamu harus membersihkan kamar mu.”

Deri     : “Baik, Bu!”

Sejak saat itu, Deri selalu menjaga kebersihan kamar nya.

 

 

 

SERIGALA SAKIT GIGI
Karya: Irvan Mulyadie

                   Narator:

Pada suatu malam di sebuah hutan yang lebat dan terdapat banyak binatang telah terjadi kehebohan. Seekor serigala jahat tiba-tiba mengamuk dengan membabi buta. Sebabnya ialah sang serigala sedang menderita sakit gigi. Tentu saja seluruh binatang jadi takut. Mereka lari dan bersembunyi.

Serigala: Aduh sakit….. Tolong….. Aduh….. sakit….. aduh…..Tolonglah teman-teman berikan aku obatnya. Aduh, sakit…..!

Kancil: (berbisik) Kera…. Kera….! Ayo keluar.
Kera: (dari balik pepohonan) Sssstt….., Aku disini….
Kancil: (mengedarkan pandangannya) Dimana kamu Kera? Aku tak melihatmu.
Kera: Disini,…. Aku disini.
Kancil: (jengkel) Iya, disini itu dimana? Aku tetap tak melihatmu.
Kera: Ya disini. Cobalah Kancil berjalan dua langkah ke arah kanan.
Kancil : (kancil menurut) Satu…. dua….
Kera: Lalu mundur lagi ke arah belakang lima langkah.
Kancil: Satu, dua, tiga, empat dan lima….. Sudah, kamu dimana?
Kera: Sekarang putar kepalamu ke arah kiri.
Kancil: Begini?
Kera: Ya.
Kancil: Lalu?
Kera: (muncul di belakang Kancil dengan mengendap-endap) Dar !
Kancil: (terkejut) Waduh ampun…..!!!
Kera: (tertawa terbahak-bahak) Haha….ha…ha….
Kancil: (bersungut dan marah) Huuh, bilang kek dari tadi. Jangan pakai kejutan segala. Kancil kan jadi takut.
Kera: Jangan marah dong, Cil. Aku kan hanya bercanda. Hehe….
Kancil: Bercanda ya bercanda, tapi jangan ngerjain Kancil dong !
Kera: Oke deh, maaf. Kalau begitu kita pacantel saja….
Kera: O, jadi marah beneran nih. Baik kalau begitu. Lihat ini…..
Kera: Lho, kok gak mempan juga. Ya sudah, aku pulang saja….
Kera: Aduh…..!
Kancil: (tertawa) Rasain….. Makanya kalau buang sampah jangan sembarangan
Kera: Huh, bukannya menolong malah menertawakan
Kancil: Ya, salah sendiri
Kera: O, jadi Kancil tak mau menolong saya?
Kancil: Baik, deh, baik……
Eh, Kera. Apakah kamu melihat apa yang kulihat tadi?
Kera: (Mengerutkan dahinya) Apa itu Kancil? Tadi kan gelap
Kancil: (seolah berfikir) Kalau begitu apakah Kamu mendengarkan apa yang tadi kudengar?
Kera: Mendengar apalagi, Kancil? Kok saya jadi tak mengerti maksudnya .
Kancil: Ya, mendengar suara dong. Tadi aku mendengar suara yang seperti minta tolong. Begini (menirukan suara Serigala)Aduh sakit….. Tolong…. Aduh….. Aduh……
Kera: Oooo, yang itu. Iya aku juga mendengar. Memangnya kenapa?
Kancil: Suara siapa, ya? Kok rasanya saya kenal. Aku ingin sekali menolongnya
Kera: Ah,….. (membelakangi Kancil) buat apa kita susah-susah menolongnya? Toh kita sendiri tidak tahu siapa yang minta pertolongan itu.
Kancil:Lho, kok Kera ngomongnya begitu sih? Kita ini kan sesama mahluk ciptaan Tuhan. Jadi sudah seharusnya kita saling menolong. Bukankah dengan tolong menolong itu kita akan mendapatkan pahala, betul kan?
Kera: Iya, tapi menolong siapa dulu….. Nah, kalau yang kita tolong itu jahat bagaimana? Kita sendiri kan yang jadi repot
Kancil: Betul juga, ya. Tapi kalau dia baik?
Kera: Ya tidak tahu…..
Kancil: Ah, saya punya akal!
Kera: Apa itu?
Kancil: Kalau begitu, kita tanyakan saja pada teman-teman kita. Siapa tahu diantara mereka ada yang mengetahuinya. Yuk?
Kera: Ayo, siapa takut…..
(menguap lalu tidur di bawah pohon yang rindang)

Babak II
Suasana : Pagi Hari
Latar Panggung : Hutan Belantara

Pagi telah tiba. Matahari bersinar dengan cerahnya. Binatang-binatang di hutan menyambutnya dengan gembira. Ya, hari itu mereka gembira karena Sang Serigala yang jahat dan sering menggangu mereka itu kini sedang sakit gigi. Serigala itu kini tak bisa menggigit.

Kera: Stooop…..!!! Berisik,…. Berisik!
Kancil: (bangun sambil menggosok kedua matanya dengan tangan) Aduh…. Ada apa sih, Kera?
Kera: Mereka itu, tuh…. Mengganggu kita yang sedang tidur saja.
Kancil: Siapa?
Kera: (berdiri dan memutarkan pandangannya)Hey kalian, ayo keluar. Jangan bersembunyi. Keluar !

Kambing: Mbee…… Huuh, saya kira kamu ini Serigala. Ee…. Ternyata Kera.
Kera: (marah) Iya, ini aku Si Kera. Mau apa?
Kucing: (melerai) Meoong,….. Eh, sudah-sudah jangan bertengkar. Sesama binatang penghuni hutan jangan saling bermusuhan dong…. Meong.
Kera: (kepada kucing) Kamu juga sama saja. Pengganggu!
Ayam: Kukuruyuk….. Aduh-aduh pagi-pagi begini kok sudah ribut-ribut. Oo…oo…. Saya tahu-tahu, rupa-rupanya Sang Kancil-kancil dan Sang Kera-kera ini telah terganggu-ganggu oleh tarian-tarian dan nyanyian kita teman-teman. Dan mereka-mereka ini sedang tertidur-tidur, betulkan?
Kera: (judes) Hemh….. tau!
Koor: Ooo, begitu…..
Kambing: Mbee…… Kalau begitu kami minta maaf Kera. Betul kami tidak tahu kalau kamu sedang tidur di sekitar sini. Betulkan teman-teman?
Koor: Betul, Kera. Betul Kancil. Kami semua tidak tahu…..
Kancil: Ah, tidak apa-apa kok. Sebetulnya aku dan Kera ini sedang mencari sesuatu yang membuat kami berdua bingung. Kami sudah berjalan semalaman hingga terlelah dan tertidur disini. Maafkan kami juga ya, teman-teman. Kami bingung….
Koor: Bingung?
Ayam: Kukuruyuk, bingung kenapa Kancil?
Koor: Iya, bingung kenapa Kancil? Bingung kenapa Kera?
Kancil: Begini teman-teman. Tadi malam saya dan Kera dikejutkan oleh suara aneh.
Koor: Apa, suara aneh?
Kancil: Betul Suara aneh.
Kucing: Meoong….. Aneh, aneh bagaimana kancil?
Kancil: Begini teman-teman. (menirukan kembali suara Serigala)Aduh sakit… aduh…. Tolong…. Nah, begitu. suaranya.Dan setelah itu kami mencari tahunya hingga sampailah kami kesini.  Hei, kok kalian malah tertawa sih….. Apa ada yang lucu, ya?

Kera: (marah) Stop-stop, berhenti…..! (semua terdiam)
Kucing: Meoong…. Maafkan kami kawan, rupanya kalian tidak tahu ya?
Kancil: Apa yang kalian tahu dan tak kita ketahui? Beritahulah segera.
Kucing: Begini Kancil, begini Kera. Rupanya suara yang kalian berdua dengar itu
adalah suaranya Serigala. Serigala yang jahat itu, mengerti?
Kancil & Kera: (bersamaan) Ha, Serigala?! (mereka berpelukan dengan gemetar)
Kambing: Mbeee….. Betul. Suara yang kalian dengar itu adalah suara Serigala.Tapi tenang saja, dia tidak akan apa-apa.Sebab Sang Serigala tengah menderita sakit gigi.
Koor : Ya, Serigalanya sedang sakit gigi. Jadi Serigalanya tak akan bisa menggigit.
Kancil & Kera: O, begitu….. (Kancil dan Kera bernafas lega)
Koor : Iya, Serigalanya sedang sakit gigi. Hahaha……
Kelinci: (terengah-engah) Aduh, kawan-kawan. Ini gawat…..gawat!
Kera: Eh, rupanya ada Si Kelinci !
Ayam: E, bener-bener. Itu-itu ada Si kelinci.
Kelinci: Ya, ini aku. Semuanya menjadi kacau…..kacau!
Kancil: Emangnya ada apa Kelinci? Kok kamu seperti ketakutan begitu.
Kelinci: Ya, aku membawa kabar untuk kalian semua.
Koor: Kabar? Kabar apa kelinci?
Kelinci: (berjalan ke salah satu sudut panggung, diikuti yang lainnya)Ini kabar buruk teman-teman.
Koor: Apa, kabar buruk?
Kambing: Embeee….. Kalau begitu cepatlah kau katakan, Kelinci!
Kucing: Meoong….. ayo jawab. Jangan bengong begitu……meoong.
Kelinci: Begini….. (berjalan lagi, diikuti yang lainnya) Katanya, Pak Serigala
yang jahat itu telah menangkap salah seorang sahabat kita.
Koor: Apa, menangkap sahabat kita?
Kelinci: Ya, betul sekali.
Kancil: Siapa itu Kelinci?
Koor: Ya, siapa yang ditangkap itu? Siapa?
Kelinci: Yang ditangkap oleh Pak Serigala adalah….. Si Tupai Pohon.
Koor: Hah,….. Si Tupai?
Kelinci: Ya, Si Tupai ditangkap untuk dimasak dan dijadikan obat sakit giginya Pak Serigala. Alasannya adalah karena Si Tupai sangat kuat giginya. Dan bagus.
Koor: Hiiiyyyy….. takuuut……
Ayam: Kukuruyuk…. Takut sih takut. Tapi kenapa si kucing ngompol?
Kucing: (tersipu malu) Ma….maaf, aku benar-benar takut.
Kelinci: Dan satu lagi teman-teman, hari yang sangat gelap ini diakibatkan oleh mantra-mantranya Pak Serigala untuk mengundang Nenek Sihir yang kejam.
Koor: Hiiiyyyy….. takuuut……
Kambing: Embeee….. Lantas apa yang harus kita lakukan?
Kancil: Tentu saja kita harus menolongnya, kawan-kawan. Si Tupai itu kan sahabat kita semua.
Koor: Apa menolongnya? Hiiiyyyy….. takuuut……!!!
Kelinci: Tapi bukankah Pak Serigala itu jahat sekali. Jangan-jangan nanti kita sendiri yang dimakannya….
Kera: Oh, kalau begitu Kambing saja yang menolong. Dia kan punya tanduk.
Kambing: Enak saja, kamu saja yang bisa naik pohon. Serigala kan tidak bisa menangkap kamu.
Ayam: Apalagi aku….. ketketokketok!
Koor: Kamu saja….. Tidak, kamu saja….. Gak mau, kamu saja….!!!
Kancil: Aha,….. Saya dapat ide!
Koor: (semua berhenti, lalu berkata) Apa, ide?
Kancil: Ya, ide. Kita tidak mungkin melawannya tanpa ada kebersamaan.
Kambing: Maksudmu?
Kancil: Kitalah yang akan melawan Sang Serigala!
Kucing: Tapi kan akau takut
Kancil: Kenapa mesti takut segala? Kita ini banyak. Dan Serigala itu harus kita lawan bersama-sama. Keadilan harus ditegakkan. Serigala itu telah merampas segala ketentraman hutan kita semenjak dulu. Kalau sekarang tidak dilawan, maka selamanya kita akan selalu diliputi ketakutan
Kambing: Embee…. betul sekali. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.
Kancil: Sekarang, marilah kita satukan seluruh kekuatan kita, tenaga dan fikiran kita untuk menolong sahabat kita. Setuju?
Koor: Setuju…..!!!
Kucing: Kalau begitu aku juga setuju, deh….
Kelinci: Nah, itu namanya Si Kucing pemberani
Kancil: Baiklah, sekarang mari ita berunding dan mengatur siasat untuk menghadapi Sang Serigala, Oke?
Koor: Oke, baiklah Kancil….!!!

Babak III
Suasana : Petang
Latar Panggung : Sarang Serigala

Akhirnya, kawanan Kancil pun datang dan sampai di tempat persembunyiannya Serigala yang jahat. Dengan mengendap-endap mereka masuk. Hati-hati sekali. Mereka menemukan Tupai yang tertidur dalam kurungan. Kancil mencoba membangunkanya, tapi Tupai tak kunjung bangun. Diluar, terdengar suara Sang Serigala yang mengaduh merasakan giginya yang sakit. Dan kawanan Kancil pun menjadi panik. Lalu bersembunyi di semak belukar di sekitarnya. Tak lama kemudian muncullah Serigala…..

Serigala: Hmm, sepertinya ada yang tidak beres disini. Ya….. seperti bau yang tidak asing. Ya, bau makanan lezat. (Serigala menghampiri tempat dimana Kancil bersembunyi)O, jadi ini….. (memungut setangkai bunga yang sudah mengering)aku kira makanan enak…. E, ternyata hanya bunga kering, sial.(melirik ke arah kurung) Oow, ternyata si bodoh sedang tidur. Biar sajalah. Daripada bangun malah membuatku pusing saja. Berteriak-teriak (meniru Tupai) Tolong…. Tolong…. Ah, lebih baik aku menyiapkan segala sesuatunya untuk nanti malam. Mmh,…. Daging Tupai dimasak dengan bumbu yang sedap. Enaaak….!!! (keluar).

Kancil: Hampir saja……
Kera: Cil, bagaimana sekarang?
Kambing: Embeee…. Iya Cil, bagaimana sekarang?
Kancil: Nah, sekarang kita harus dibagi dua. Kelompok pertama membebaskan Si Tupai dari kurungan, sementara yang lainnya mengawasi keadaan kalau-kalau Pak serigala datang lagi seperti barusan. Selanjutnya, kita semua akan membuat jebakan untuk menangkap Pak serigala, oke?
Koor: (bersemangat) Oke, oke-oke saja Kancil…..
Kancil: Sssstt…… Jangan keras-keras dong.

Kancil: Sekarang ayo kita lakukan !
Tupai: (setelah keluar) Terimakasih Kancil. Terimakasih kawan-kawan semuanya. Kalian telah menyelamatkan hidupku. Dan kalau kalian tak ada pasti…
Kelinci: Ah, kamu tak perlu bicara seperti itu kawan. Karena sudah seharusnya antar sahabat itu saling menolong.
Ayam: Betul-betul. Betul sekali apa-apa yang dikata-katakan oleh Kelinci. Kukuruyuk…. Kitakan temenan. Betulkan…..?
Koor: Ya, betul Tupai. Kita kan temen…..
Kancil: Ya, berterimaksihlah hanya kepada Tuhan, Tupai.
Tupai: Kawan-kawan, kalian sungguh sahabatku yang terbaik di dunia.

Serigala: Oh, rupanya sedang ada reuni keluarga di rumahku, ya? Kok aku tak diundang…..
Koor: Hah, S-E-R-I-G-A-L-A…..
Serigala: He, apa yang kalian lakukan disini?
Koor: La….lari…..!!!

Serigala: Jangan lari…. Mau kemana kalian….. Tunggu! (melihat kurungan yang  sudah kosong) Aduh, dasar sial…… Bagaimana dengan gigiku? Awas kalian. Akan kubalas semuanya…
Ayo, kemarilah akan kutangkap kalian semua…….

Tupai: Nah Serigala, sekarang kau akan merasakan juga bagaimana rasanya terpenjara di dalam sana…..
Serigala: Dasar Tupai bodoh, ayo keluarkan aku dari sini. Kalau tidak…..
Tupai: Kalau tidak, mau apa?
Kancil: Ah, sudahlah Tupai. Biarkan saja ia menikmati sakit giginya disana.
Koor: Ya, sekarang rasain Serigala. Makanya jangan jahat….
Serigala: Aduh, ampun….. Keluarkan aku dari sini…. Tolonglah….
Kambing: Embeee…… Mari kawan-kawan kita pulang. Hari sudah mulai malam.
Serigala: Hei, jangan pergi. Keluarkan dulu aku dari sini…..Hei binatang-binatang bodoh…… Tolong……Tolong….. keluarkan aku dari sini….. ampun….!!!

 

LEMBAR KERJA SISWA 01

 

 

    NILAI

Nama  Kelompok       :………………………………………………….

Anggota          1. ……………………………………………….

2. ……………………………………………….

3. ……………………………………………….

4. ……………………………………………….

5. ……………………………………………….

 

 

 

 

Apakah Anda sudah mendengarkan dengan baik teks Drama pendek “RENCANA YANG GAGAL”? Kalau sudah, tuliskanlah tokoh-tokoh dan karakternya pada kolom berikut!

Nama Tokoh

Karakter Tokoh

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tulislah latar drama pendek “RENCANA YANG GAGAL”!

Tulislah tema drama pendek “RENCANA YANG GAGAL”!

Tulislah alur drama pendek “RENCANA YANG GAGAL”!

Tulislah amanat drama pendek “RENCANA YANG GAGAL”!

 

Contoh Jawaban Model:

Nama Tokoh Karakter Tokoh
Bu Tinah

 

 

 

 

 

Baik hati, bijaksana dan tidak kikir.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR KERJA SISWA  02

 

 

Nama Kelompok        :………………….  Kelas: …………… Tanggal: ………………………

NILAI

 

 

Ketua             : ……………………………

Anggota          : 1. …………………………                          2. …………………………..

3. ………………………..                           4. …………………………..

 

 

Pada kegiatan yang lalu, kalian sudah mendengarkan dan menyimpulkan nama-nama tokoh, karakter/sifat tokoh,latar, tema, alur, dan amanat dari drama pendek “RENCANA YANG GAGAL”. Anda juga sudah berlatih memerankan tokoh atau pelaku dalam drama pendek tersebut. Sekarang, setiap kelompok akan tampil memerankan drama tersebut. Kelompok yang lain, harus mengamati dengan cermat kelompok yang tampil dengan menggunakan format berikut untuk menilai teman Anda.

 

Lembar Observasi untuk Siswa

Kelompok/Nama Aspek yang Dinilai Jumlah Skor
Lafal Intonasi Penghayatan Ekspresi
I

1……………………

2……………………

3……………………

4……………………

 

…………

…………

…………

…………

 

. …………

…………

…………

…………

 

. …………

…………

…………

…………

 

. …………

…………

…………

…………

 

. …………

…………

…………

…………

II

1……………………

2……………………

3……………………

4……………………

. …………

…………

…………

…………

 

. …………

…………

…………

…………

 

. …………

…………

…………

…………

 

. …………

…………

…………

…………

 

. …………

…………

…………

…………

III

1……………………

2……………………

3……………………

4……………………

. …………

…………

…………

…………

 

. …………

…………

…………

…………

 

. …………

…………

…………

…………

 

. …………

…………

…………

…………

 

. …………

…………

…………

…………

IV

1……………………

2……………………

3……………………

4……………………

. …………

…………

…………

…………

 

. …………

…………

…………

…………

 

. …………

…………

…………

…………

 

. …………

…………

…………

…………

 

. …………

…………

…………

…………

V

1……………………

2……………………

3……………………

4……………………

. …………

…………

…………

…………

 

. …………

…………

…………

…………

 

. …………

…………

…………

…………

 

. …………

…………

…………

…………

 

. …………

…………

…………

…………

VI dst.          

 

 

Kriteria Pemberian Skor Memerankan Drama

  • Rentang skor         : 1, 2, 3, atau 4
  • Kriteria Pemberian Skor, sebagai berikut

 

 

Kriteria pemberian skor untuk:

  1. Aspek Lafal

Skor 1: jika terdapat lebih dari 3 kesalahan lafal

Skor 2: jika terdapat 2 kesalahan lafal

Skor 3: jika terdapat sebagian kecil lafal tidak tepat

Skor 4: jika lafal semua tepat

  1. Aspek Intonasi

Skor 1: jika intonasi sangat kurang

Skor 2: jika intonasi kurang

Skor 3: jika intonasi baik

Skor 4: jika intonasi sangat baik

  1. Aspek Penghayatan

Skor 1: jika penghayatan sangat kurang

Skor 2: jika penghayatan kurang

Skor 3: jika penghayatan baik

Skor 4: jika penghayatan sangat baik

  1. Aspek Ekspresi

Skor 1: jika ekspresi sangat kurang

Skor 2: jika ekspresi kurang

Skor 3: jika ekspresi baik

Skor 4: jika ekspresi sangat baik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR KERJA KELOMPOK

Nama kelompok                                             :   …………………………………………..

Judul drama pendek yang diperankan         :   …………………………………………..

 

NNo.

Nama siswa

Tokoh / Peran

Nilai / Skor ( diisi guru)
11

2.

3.

4.

5.

6.

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nama           :

No. Induk     :

Kelas            :

Sem              :

NNo. Judul drama pendek yang pernah dibaca  
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

     

 

Nama                :

No. Induk         :

Kelas                :

Sem                  :

NNo.

Judul drama pendek

Cerita isi drama pendek

1.    

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.

 

 

 

 

   

KISI-KISI  LEMBAR PENILAIAN

 

NNo. Keterangan Butir Soal
11 Mengidentifikasi watak tokoh dan urutan drama pendek yang dibacakan. 2
22 Menyebutkan tokoh dalam drama pendek yang dibacakan. 4
33 Menceritakan isi drama pendek yang telah dibaca. 7
44  Menentukan tema, amanat dalam drama pendek yang telah dibaca 6
55 Menuliskan latar drama pendek yang telah dibaca 5
66 Mengungkapkan hal yang menarik dalam drama pendek 1
77 Memberikan tanggapan drama pendek yang telah dibaca 3

 

 

        

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR PENILAIAN 1

Nama              :                                                                      

Kelas/Nomor  :

 

 

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar!

Setelah mendengarkan cerita anak “RENCANA YANG GAGAL”  tersebut, kerjakanlah perintah berikut. Gunakan catatanmu sebagai sumber informasi.

1. Menurutmu hal apa yang menarik dari drama pendek tersebut?

2. Jelaskan watak para tokoh berikut.

a. Doni

b. Randi

c. Bu Tinah

3. Berikan tanggapanmu (kritik atau pujian) terhadap sifat- sifat tokoh dalam drama pendek tersebut.

4. Siapakah tokoh dalam drama pendek “RENCANA YANG GAGAL” yang paling kamu senangi? Sertakan pula alasannya mengapa kamu menyenangi tokoh tersebut.

5. Tuliskan latar dalam drama pendek “RENCANA YANG GAGAL.”

6. Jelaskan tema dan amanat yang kamu pahami dari drama pendek “RENCANA YANG GAGAL.”

7. Ceritakanlah isi drama pendek “RENCANA YANG GAGAL”  dengan ringkas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KUNCI JAWABAN LEMBAR PENILAIAN 1

Nama  :

Kelas/Nomor:

 

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar!

Setelah mendengarkan drama pendek “RENCANA YANG GAGAL”   tersebut, kerjakanlah perintah berikut! Gunakan catatanmu sebagai sumber informasi!

1. Menurutmu hal apa yang menarik dari drama pendek tersebut?

Sifat Bu Tinah yang sangat baik dapat menyadarkan orang yang akan berbuat tidak baik.

2. Jelaskan watak para tokoh berikut.

a. Doni       :  sifat ingin memiliki yang bukan miliknya tanpa ijin pemiliknya.

b. Randi      :  mudah terpengaruh teman

c. Bu Tinah :  baik hati, tidak kikir dan bijaksana.

3. Berikan tanggapanmu (kritik atau pujian) terhadap sifat- sifat tokoh dalam  drama pendek.

Sifat-sifat dalam tokoh Rencana yang gagal, pada tokoh Bu Tinah sifatnya baik hati, tidak kikir dan bijaksan. Sifat tersebut baik untuk dicontoh dalam kehidupan sehari-hari. Sifat Doni dan Randi yang ingin mencuri harus ditinggalkan.

4. Siapakah tokoh dalam drama pendek “RENCANA YANG GAGAL” yang paling kamu senangi? Sertakan pula alasannya mengapa kamu menyenangi tokoh tersebut.

Bu Tinah, karena tokohnya baik hat, tidak kikir dan bijaksana.

5. Tuliskan latar dalam drama pendek RENCANA YANG GAGAL”.

Halaman rumah Bu Tinah dan Halaman Sekolah, pada waktu pagi hari, siang hari dan malam hari.

6. Jelaskan tema dan amanat yang kamu pahami dari drama pendek “RENCANA YANG GAGAL”!

Tema dalam drama pendek tersebut adalah kesadaran.

Amanat dalam drama pendek tersebut adalah bahwa perbuatan mencuri adalah tidak baik dan jika mengiginkan sesuatu harus minta ijin terlebih dahulu secara baik-bai kepada pemiliknya.

7. Ceritakanlah kembali isi drama pendek RENCANA YANG GAGAL”dengan ringkas!

Di halaman rumah Bu Tinah ada dua orang anak yaitu Doni dan Randi yang sedang bercakap-cakap tentang mangga milik Bu Tinah yang ranum. Mereka bermaksud ingin mencuri mangga itu. Akan tetapi karena di situ banyak orang maka mereka mengurunkan keinginannya.

Pada jam istirahat sekolah Doni dan Randi membicarakan rencananya pada waktu malam sehabis pulang mengaji. Sebetulnya Doni hanya mengikuti Randi saja dan ide mencuri sebetulnya berasal dari Randi.

Pada malam harinya Doni dan Randi akan melaksanakan niatnya. Mereka menunggu sampai semua orang yang mengaji melewati depan rumah Bu Tinah sambil membicarakan niatnya. Ternyata pembicaraan mereka didengar semuanya oleh Bu Tinah. Bu Tinah menasehati mereka supaya kalau mengiginkan sesuatu harus disampaikan dan jangan mengambil barang orang lain tanpa ijin. Di samping menasehatinya Bu Tinah juga berjanji kepada Doni dan Randi bahwa bahwa besok siang sepulang sekolah Bu Tinah akan memberinya mangga.

 

 

 

 

 

 

 

 

        ALAT PERAGA/MEDIA GAMBAR

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Irvan Mulyadie http://naskahdramairvanmulyadie.blogspot.com/2009/01/naskah-drama-anak-anak.html

 

 

 

http://goesprih.blogspot.com/2008/09/drama-pendek-kota-impian.html.

 

 

 

 

 

 

 

 

About these ads

Comments»

1. sutopo, S.Pd - January 25, 2012

Buguru Siti makasih contekann SSPnya ….
kalau ada contoh SSP pelajaran yg lain tolong di beri cuontekannya
sory ya kalau ada guru yg suka nyontek hehehe…….

bugurusiti - January 26, 2012

Sama-sama Pak…ini masih banyak contoh yang lain….kapan2


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: